Sabtu, 25 November 2017

Kabel Twisted Pair



a.        Twisted Pair
Pengertian Twisted Pair jika dialih-bahasakan ke dalam bahasa Indonesia yakni kabel pasangan berpilin atau berbelit. Julukan tersebut muncul dari bentuk fisik kabel Twisted Pair itu sendiri, yang jika digambarkan dengan lebih spesifik maka membentuk sebuah definisi sebagai berikut :
Pengertian kabel Twisted Pair yaitu sebuah kabel yang terdiri dari beberapa dawai kawat tembaga yang digabungkan menjadi satu dengan cara dipilin atau dibelit enam kali per-inchi membentuk spiral.
Sementara jika dipandang dari segi fungsinya sebagai salah satu perangkat keras jaringan komputer, definisi kabel Twisted Pair adalah sebagai berikut :
Kabel jaringan Twisted Pair adalah suatu jenis kabel yang diperuntukkan sebagai media transmisi terarah (guieded/wireline) guna kepentingan perpindahan arus data dalam dunia jaringan komputer.
1.      Karakteristik Kabel Jaringan Twisted Pair
Karakteristik kabel jaringan Twisted Pair yakni menggunakan beberapa kawat tembaga yang saling berpilin (dibelit) dengan pasangannya, dan tiap-tiap kawat tembaga dilapisi oleh isolator yang memiliki warna berbeda.
2.      Struktur Komponen Dasar Kabel Twisted Pair
Untuk lebih jelasnya, karakter kabel jaringan Twisted Pair dapat dijelaskan dengan menggunakan gambar sederhana di atas. Dari gambar tersebut dapat dilihat jika kabel jaringan Twisted Pair terdiri dari :
Ø  Conductor
Conductor merupakan kawat tembaga yang terletak di tengah-tengah dan berfungsi sebagai media konduktor listrik.
Ø  Insulator
Tiap-tiap kawat tembaga dilapisi oleh insulator yang memiliki warna berbeda, dimana fungsi lapisan yang satu ini adalah untuk melindungi kawat tembaga agar tidak bersentuhan langsung dengan kawat tembaga lainnya saat dipilin.
Ø  Cable Jacket
Di bagian paling luar, terdapat cable jacket yang berfungsi sebagai pelindung kabel Twisted Pair itu sendiri terhadap gangguan dari luar. Selain tiga komponen di atas, karakteristik kabel jaringan.
Twisted Pair secara umum dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Bagian dalam kabel jaringan Twisted Pair terdiri dari dua kawat tembaga yang dibagi menjadi 8 dawai dan dikelompokkan lagi menjadi 4 pasang (pair), lalu dipilin menjadi satu. Kabel jaringan Twisted Pair memiliki kecepatan transmisi 10-100Mbps. Panjang kabel maksimal yang diizinkan yaitu 100 meter (pendek). Kabel jaringan Twisted Pair hanya bisa menangani satu kanal data (yang bekerja pada baseband). Instalasi jaringan komputer menggunakan kabel Twisted Pair membutuhkan sebuah hub untuk membangun sebuah LAN yang baik. Media dan ukuran konektor kecil. Konektor kabel jaringan Twisted Pair biasanya menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45 untuk koneksinya. Pemeliharaan kabel jaringan Twisted Pair terkenal mudah. Kerusakan yang terjadi pada salah satu saluran kabel jaringan Twisted Pair tidak akan mengganggu jaringan secara keseluruhan.
3.      Jenis-Jenis Kabel Jaringan Twisted Pair
Dalam penerapannya sebagai salah satu perangkat keras jaringan komputer, kabel Twisted Pair ini dibagi menjadi 3 jenis yaitu kabel UTP, kabel FTP dan kabel STP. Berikut penjelasan singkat mengenai masing-masing jenis kabel Twisted Pair tersebut :
a)        Unshielded Twisted Pair (UTP)
Ini merupakan kabel jaringan Twisted Pair yang bagian dalamnya terdiri dari 4 pasang (pair) kabel tembaga, yang mana tiap pair-nya dipilin (twisted) saling berlilitan sehingga membentuk sebuah pola berbentuk spiral. Jenis kabel jaringan Twisted Pair yang satu ini tidak memiliki pelindung (unshilded) sehingga kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik yang berasal dari sekitar kabel. Untuk bisa digunakan sebagai bagian dari perangkat keras jaringan komputer, kabel jaringan Twisted Pair yang populer dengan nama UTP ini harus dikawinkan dengan konektor 8P8C yang biasa disebut istilah RJ-45 (RJ=Register Jack).
Kabel UTP ini merupakan jenis kabel Twisted Pair yang paling populer di kalangan pengguna jaringan LAN (Local Area Network) karena dikenal punya sederet kelebihan mulai dari harganya yang murah dan proses instalasi yang terbilang mudah.
b)       Foiled Twisted Pair (FTP)
Tak berbeda jauh dengan Unshielded Twisted Pair (UTP), jenis kabel jaringan Twisted Pair yang satu ini juga terdiri dari 4 pasang (pair) kabel tembaga, yang mana tiap pair-nya dipilin (twisted) saling berlilitan sehingga membentuk sebuah pola berbentuk spiral. Hanya kabel yang juga dikenal dengan nama S/UTP ini menggunakan aluminium foil yang dipasang tepat di bawah karet luar untuk melindungi isolator sehingga kabel jaringan FTP lebih tahan terhadap interferensi elektromagnetik yang berasal dari sekitar kabel.
c)        Shielded Twisted Pair (STP)
Bisa dibilang ini merupakan jenis kabel jaringan Twisted Pair yang paling sempurna dibanding 2 kabel Twisted Pair lainnya seperti UTP maupun FTP. Pasalnya meskipun secara umum kabel jaringan STP memiliki susunan kabel yang sama dengan UTP dan FTP, namun terdapat perbedaan material dan bahan pembungkus yang digunakan sehingga kabel jaringan STP lebih tahan terhadap interferensi elektromagnetik yang berasal dari sekitar kabel.
Selain itu, aplikasi penggunaan lapisan aluminium foil pada kabel STP ini juga dibuat lebih spesifik, yakni tidak hanya dipasang di bawah karet luar saja melainkan dipasang di setiap pasang kabel sehingga kemampuannya bertahan terhadap gangguan dari luar juga terbilang lebih baik. Untuk bisa digunakan sebagai bagian dari perangkat keras jaringan komputer, kabel jaringan Twisted Pair yang populer dengan nama STP ini harus dikawinkan dengan konektor RJ 11 (RJ=register Jack).





4.      Kelebihan & Kekurangan Kabel Jaringan Twisted Pair
Kelebihan Kabel Jaringan Twisted Pair :
·         Instalasi kabel jaringan Twisted Pair cukup mudah alias tidak rumit karena tidak dibutuhkan peralatan khusus.
·         Pemeliharaan kabel jaringan Twisted Pair terkenal mudah dan biaya-nya pun murah.
·         Ukuran kabel jaringan Twisted Pair terbilang kecil sehingga cukup fleksibel.
·         Kerusakan yang terjadi pada salah satu saluran kabel jaringan Twisted Pair tidak akan mengganggu jaringan secara keseluruhan.
·         Salah satu jenis kabel jaringan Twisted Pair yakni UTP dijual dengan harga yang lebih murah dibanding kabel jaringan lainnya.
·         Khusus untuk kabel jaringan Twisted Pair jenis FTP dan STP mempunyai ketahanan yang cukup baik terhadap interferensi elektromagnetik yang berasal dari sekitar kabel.
Kekurangan Kabel Jaringan Twisted Pair :
·         Jarak jangkau kabel jaringan Twisted Pair hanya 100 m sehingga kurang bisa diandalkan untuk jaringan besar.
·         Kecepatan transmisi kabel jaringan Twisted Pair relatif terbatas.
·         Adanya kemungkinan dapat dengan mudah disadap.
·         Salah satu jenis kabel Twisted Pair yakni UTP cukup rentan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik dan mudah terpengaruh noise (gangguan).
·         Salah satu jenis kabel jaringan Twisted Pair yakni STP dijual dengan harga yang relatif mahal.
Susunan warna kabel twisted pair pada kabel twisted pair kategori 5 atau 6 yang terdiri atas 8 kawat tunggal dengan susunan warna sebagai berikut :
·         White Green
·         Green
·         White Orange
·         Blue
·         White Blue
·         Orange
·         White Brown
·         Brown

Rabu, 12 April 2017

Mencari Luas dan Keliling Lingkaran dengan C++

buat sobat yang ini mengetahui coding menghitung keliling dan luas Trapesium langsung saja lihat codingnya di bawah ini

#include<iostream.h>
#include<conio.h>


int main()
{

double r;
double Keliling;
double Luas;

clrscr();
cout<<"\t\t\tMENGHITUNG KELILING DAN LUAS Lingkaran"<<endl;

cout<<"\t Masukkan jari_jari        : ";
cin>>r;

cout<<"\=========================="<<endl;
Keliling=2*3.14*r;
cout<<"Keliling : "<<Keliling<<endl;
Luas=3.14*r*r ;
cout<<"Luas     : "<<Luas<<endl;

            getche();
}







jika sobat ingin melihat coding bangun datar dengan C++ bisa langsung👉 klik disini 👈

Mencari Luas dan Keliling Trapesium dengan C++


buat sobat yang ini mengetahui coding menghitung keliling dan luas Trapesium langsung saja lihat codingnya di bawah ini

#include<iostream.h>
#include<conio.h>


int main()
{

double a,c,t,A,B,C,D;
double Keliling;
double Luas;

clrscr();
cout<<"\t\t\tMENGHITUNG KELILING DAN LUAS Trapesium"<<endl;
cout<<"Masukkan Alas            : ";
cin>>a;
cout<<"Masukkan sisi yang sejajajar dengan alas    : ";
cin>>c;
cout<<"Masukan Tinggi         : ";
cin>>t;

cout<<"Masukan sisi A        : ";
cin>>A;
cout<<"Masukan sisi B         : ";
cin>>B;
cout<<"Masukan sisi C        : ";
cin>>C;
cout<<"Masukan sisi D        : ";
cin>>D;



cout<<"\=========================="<<endl;
Keliling=A+B+C+D;
cout<<"Keliling : "<<Keliling<<endl;
Luas=0.5*(a+c)*t ;
cout<<"Luas     : "<<Luas<<endl;

            getche();
}


jika sobat ingin melihat coding bangun datar dengan C++ bisa langsung👉 klik disini 👈

Mencari Luas dan Keliling Segitiga dengan C++


buat sobat yang ini mengetahui coding menghitung keliling dan luas Segitiga langsung saja lihat codingnya di bawah ini

#include<iostream.h>
#include<conio.h>


int main()
{

double a,t,A,B,C;
double Keliling;
double Luas;

clrscr();
cout<<"\t\t\tMENGHITUNG KELILING DAN LUAS segitiga"<<endl;
cout<<"Masukkan Alas   : ";
cin>>a;
cout<<"Masukkan Tinggi   : ";
cin>>t;
cout<<"Masukan sisi A    : ";
cin>>A;
cout<<"Masukan sisi B : ";
cin>>B;
cout<<"Masukan sisi c :";
cin>>C;


cout<<"\=========================="<<endl;
Keliling=A+B+C;
cout<<"Keliling : "<<Keliling<<endl;
Luas=a*t/2;
cout<<"Luas     : "<<Luas<<endl;

            getche();
}


jika sobat ingin melihat coding bangun datar dengan C++ bisa langsung👉 klik disini 👈

Mencari Luas dan keliling Layang-Layang dengan C++


buat sobat yang ini mengetahui coding menghitung keliling dan luas persegi panjang langsung saja lihat codingnya di bawah ini

#include<iostream.h>
#include<conio.h>


int main()
{

double d1,d2,A,B;
double Keliling;
double Luas;

clrscr();
cout<<"\t\t\tMENGHITUNG KELILING DAN LUAS segitiga"<<endl;
cout<<"Masukkan Diagonal 1    : ";
cin>>d1;
cout<<"Masukkan Diagonal 2    : ";
cin>>d2;
cout<<"Masukan sisi A        : ";
cin>>A;
cout<<"Masukan sisi B         : ";
cin>>B;



cout<<"\=========================="<<endl;
Keliling=2*(A+B);
cout<<"Keliling : "<<Keliling<<endl;
Luas=d1*d2/2;
cout<<"Luas     : "<<Luas<<endl;

            getche();
}


jika sobat ingin melihat coding bangun datar dengan C++ bisa langsung👉 klik disini 👈

Mencari Luas dan keliling Jejar Genjang dengan C++


buat sobat yang ini mengetahui coding menghitung keliling dan luas Jejar Genjang langsung saja lihat codingnya di bawah ini

#include<iostream.h>
#include<conio.h>


int main()
{

double a,t,A,B;
double Keliling;
double Luas;

clrscr();
cout<<"\t\t\tMENGHITUNG KELILING DAN LUAS Jejar Genjang"<<endl;
cout<<"Masukkan Alas   : ";
cin>>a;
cout<<"Masukkan Tinggi   : ";
cin>>t;
 cout<<"Masukkan sisi A    : ";
cin>>A;
 cout<<"Masukkan sisi B : ";
cin>>B;
cout<<"\=========================="<<endl;
Keliling=2*(A+B);
cout<<"Keliling : "<<Keliling<<endl;
Luas=a*t;
cout<<"Luas     : "<<Luas<<endl;

            getche();
}


jika sobat ingin melihat coding bangun datar dengan C++ bisa langsung👉 klik disini 👈

Mencari Luas dan Keliling Persegi Panjang Dengan C++


buat sobat yang ini mengetahui coding menghitung keliling dan luas persegi panjang langsung saja lihat codingnya di bawah ini

#include<iostream.h>
#include<conio.h>


int main()
{

double p,l;
double Keliling;
double Luas;

clrscr();
cout<<"\t\t\tMENGHITUNG KELILING DAN LUAS persegi"<<endl;
cout<<"Masukkan Panjang   : ";
cin>>p;
cout<<"Masukkan Lebar   : ";
cin>>l;


cout<<"\=========================="<<endl;
Keliling=2*(p+l);
cout<<"Keliling : "<<Keliling<<endl;
Luas=p*l;
cout<<"Luas     : "<<Luas<<endl;

            getche();
}


jika sobat ingin melihat coding bangun datar dengan C++ bisa langsung👉 klik disini 👈

Cara Mencari Luas dan Keliling Persegi dengan C++


buat sobat yang ini mengetahui coding menghitung keliling dan luas persegi langsung saja lihat codingnya di bawah ini

#include<iostream.h>
#include<conio.h>


int main()
{

double s;
double Keliling;
double Luas;

clrscr();
cout<<"\t\t\tMENGHITUNG KELILING DAN LUAS Persegi"<<endl;
cout<<"Masukkan sisi  : ";
cin>>s;

cout<<"\=========================="<<endl;
Keliling=4*s;
cout<<"Keliling : "<<Keliling<<endl;
Luas=s*s;
cout<<"Luas     : "<<Luas<<endl;

            getche();
}


jika sobat ingin melihat coding bangun datar dengan C++ bisa langsung👉 klik disini 👈

Senin, 10 April 2017

Mengenal HTML

HTML






















Hyper Text Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markah yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web, menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah penjelajah web Internet dan pemformatan hiperteks sederhana yang ditulis dalam berkas format ASCII agar dapat menghasilkan tampilan wujud yang terintegerasi. Dengan kata lain, berkas yang dibuat dalam perangkat lunak pengolah kata dan disimpan dalam format ASCII normal sehingga menjadi halaman web dengan perintah-perintah HTML. Bermula dari sebuah bahasa yang sebelumnya banyak digunakan di dunia penerbitan dan percetakan yang disebut dengan SGML (Standard Generalized Markup Language), HTML adalah sebuah standar yang digunakan secara luas untuk menampilkan halaman web. HTML saat ini merupakan standar Internet yang didefinisikan dan dikendalikan penggunaannya oleh World Wide Web Consortium (W3C). HTML dibuat oleh kolaborasi Caillau TIM dengan Berners-lee Robert ketika mereka bekerja di CERN pada tahun 1989 (CERN adalah lembaga penelitian fisika energi tinggi di Jenewa).[1]

Sejarah

Pada tahun 1980 seorang ahli fisika, Tim Berners-Lee, dan juga seorang kontraktor di CERN (Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir) mengusulkan dan menyusun ENQUIRE, sebuah sistem untuk ilmuwan CERN dalam membagi dokumen. Sembilan tahun kemudian, Berners-Lee mengusulkan adanya sistem markah berbasis internet.[2] Berners-Lee menspesifikasikan HTML dan menulis jaringan beserta perangkat lunaknya di akhir 1990. Pada tahun yang sama, Berners-Lee dan Robert Cailliau, insinyur sistem data CERN berkolaborasi dalam sebuah permintaan untuk pendanaan, namun tidak diterima secara resmi oleh CERN. Di catatan pribadinya[3] sejak 1990 dia mendaftar[4] "beberapa dari banyak daerah yang menggunakan hypertext" dan pertama-tama menempatkan sebuah ensiklopedia.
Penjelasan pertama yang dibagi untuk umum dari HTML adalah sebuah dokumen yang disebut "Tanda HTML", pertama kali disebutkan di Internet oleh Tim Berners-Lee pada akhir 1991.[5][6] Tanda ini menggambarkan 18 elemen awal mula, versi sederhana dari HTML. Kecuali untuk tag hyperlink, yang sangat dipengaruhi oleh SGMLguid, in-house Standard Generalized Markup Language (SGML) berbasis format dokumen di CERN. Sebelas elemen ini masih ada di HTML 4.[7]
HTML adalah bahasa markah yang digunakan peramban untuk menafsirkan dan menulis teks, gambar dan bahan lainnya ke dalam halaman web secara visual maupun suara. Karakteristik dasar untuk setiap item dari markah HTML didefinisikan di dalam peramban, dan karakteristik ini dapat diubah atau ditingkatkan dengan menggunakan tambahan halaman web desainer CSS. Banyak elemen teks ditemukan di laporan teknis ISO pada tahun 1988 TR 9537 Teknik untuk menggunakan SGML, yang pada gilirannya meliputi fitur bahasa format teks awal seperti yang digunakan oleh komandan RUNOFF dikembangkan pada awal 1960-an untuk sistem operasi: perintah-perintah format ini berasal dari perintah yang digunakan oleh pengetik untuk memformat dokumen CTSS secara manual. Namun, konsep SGML dari markah umum didasarkan pada unsur-unsur daripada hanya efek cetak, dengan pemisahan struktur dan markah juga; HTML telah semakin bergerak ke arah ini dengan CSS.

Sejarah versi HTML

24 November 1995
HTML 2.0 dipublikasikan sebagai IETF RFC 1866. Penambahan RFC memperbanyak kemampuan untuk:
  • November 25, 1995: RFC 1867 (mengunggah file berdasarkan bentuk)
  • May 1996: RFC 1942 (tabel)
  • August 1996: RFC 1980 (peta gambar berbasis klien)
  • January 1997: RFC 2070 (internasionalisasi)
14 Januari 1997
HTML 3.2[8] dipublikasikan sebagai Konsorsium World Wide Web. Versi ini merupakan versi pertama yang dikembangkan dan distandarisasi secara khusus oleh Konsorsium World Wide Web, sebagaimana IETF sudah menutup kelompok kerja HTMLnya pada 12 September, 1996.[9]
Pada awalnya disebut "Wilbur",[10] HTML 3.2 menghilangkan rumus matematika sama sekali yang sedang berkonsiliasi atas kasus tumpang tindih antara berbagai kepemilikan dan mengadopsi sebagian besar tanda markah visual dari Netscape. Elemen kedip dari Netscape dan elemen marquee besutan Microsoft dihilangkan karena kesepakatan bersama antara kedua perusahaan.[11] Sebuah markup untuk rumus matematika serupa dengan yang ada dalam HTML tidak memiliki standar sampai 14 bulan kemudian di MathML.
18 December 1997
HTML 4.0[12] was published as a W3C Recommendation . It offers three variations:
  • Strict, in which deprecated elements are forbidden,
  • Transitional, in which deprecated elements are allowed,
  • Frameset, in which mostly only frame related elements are allowed.
Initially code-named "Cougar",[10] HTML 4.0 mengadopsi banyak tipe elemen dan atribut yang spesifik untuk peramban.HTML 4 adalah sebuah aplikasi SGML sesuai dengan ISO 8879 – SGML.[13]

Kegunaan

Dokumen HTML mirip dengan dokumen tulisan biasa, hanya dalam dokumen ini sebuah tulisan bisa memuat instruksi yang ditandai dengan kode atau lebih dikenal dengan TAG tertentu. Sebagai contoh jika ingin membuat tulisan ditampilkan menjadi tebal seperti: TAMPIL TEBAL, maka penulisannya dilakukan dengan cara: <b> TAMPIL TEBAL</b>. Tanda <b> digunakan untuk mengaktifkan instruksi cetak tebal, diikuti oleh tulisan yang ingin ditebalkan, dan diakhiri dengan tanda </b> untuk menonaktifkan cetak tebal tersebut. HTML lebih menekankan pada penggambaran komponen-komponen struktur dan format di dalam halaman web daripada menentukan penampilannya. Sedangkan penjelajah web digunakan untuk menginterpretasikan susunan halaman ke gaya built-in penjelajah web dengan menggunakan jenis tulisan, tab, warna, garis, dan perataan text yang dikehendaki ke komputer yang menampilkan halaman web. Salah satu hal Penting tentang eksistensi HTML adalah tersedianya Lingua franca (bahasa Komunikasi) antar komputer dengan kemampuan berbeda. Pengguna Macintosh tidak dapat melihat tampilan yang sama sebagaimana tampilan yang terlihat dalam pc berbasis Windows. Pengguna Microsoft Windows pun tidak akan dapat melihat tampilan yang sama sebagaimana tampilan yang terlihat pada pengguna yang menggunakan Produk-produk Sun Microsystems. namun demikian pengguna-pengguna tersebut dapat melihat semua halaman web yang telah diformat dan berisi Grafika dan Pranala.[14]

Kegunaan lain

  • Mengintegerasikan gambar dengan tulisan.
  • Membuat Pranala.
  • Mengintegerasikan berkas suara dan rekaman gambar hidup.
  • Membuat form interaktif.[15]

Menyunting format tulisan

HTML memungkinkan seseorang untuk menyunting tampilan atau format berkas yang akan dikirimkan melalui media daring. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam menentukan format berkas adalah:
  • Menampilkan suatu kelompok kata dalam beberapa ukuran yang dapat digunakan untuk judul, heading dan sebagainya.
  • Menampilkan tulisan dalam bentuk cetakan tebal
  • Menampilkan sekelompok kata dalam bentuk miring
  • Menampilkan naskah dalam bentuk huruf yang mirip dengan hasil ketikan mesin ketik
  • Mengubah-ubah ukuran tulisan untuk suatu karakter tertentu.

Markah/Tanda

Secara garis besar, terdapat 4 jenis elemen dari HTML:
  • Struktural. Tanda yang menentukan level atau tingkatan dari sebuah tulisan (contoh, <h1>Golf</h1> akan memerintahkan peramban untuk menampilkan "Golf" sebagai tulisan tebal besar yang menunjukkan sebagai Heading 1
  • Presentasional. Tanda yang menentukan tampilan dari sebuah tulisan tidak peduli dengan level dari tulisan tersebut (contoh, <b>boldface</b> akan menampilkan bold. Tanda presentasional saat ini sudah mulai digantikan oleh CSS dan tidak direkomendasikan untuk mengatur tampilan tulisan,
  • Hiperteks. Tanda yang menunjukkan pranala ke bagian dari dokumen tersebut atau pranala ke dokumen lain (contoh, <a href="http://www.wikipedia.org/"> Wikipedia</a> akan menampilkan Wikipedia sebagai sebuah hyperlink ke URL tertentu),
  • Elemen widget yang membuat objek-objek lain seperti tombol (<button>), daftar (<li>), dan garis horizontal (<hr>). Konsep hiperteks pada HTML memungkinkan pembuatan tautan pada suatu kelompok kata atau frasa untuk menuju ke bagian manapun dalam World Wide Web,
Ada tiga macam pranala (link) yang dapat digunakan:
  • Pranala menuju bagian lain dari page.
  • Pranala menuju page lain dalam satu web site.
  • Pranala menuju resource atau web site yang berbeda.[16]
Selain markup presentasional, markup yang lain tidak menentukan bagaimana tampilan dari sebuah tulisan. Namun untuk saat ini, penggunaan tag HTML untuk menentukan tampilan telah dianjurkan untuk mulai ditinggalkan, dan sebagai gantinya digunakan Cascading Style Sheets.

Contoh dokumen HTML sederhana

Untuk HTML 4 Strict [17]
<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.01//EN"
 "http://www.w3.org/TR/html4/strict.dtd">
<html>
 <head bgcolor=black text=white>
  <title>Selamat Datang HTML</title>
 </head>
 <body>
  <p>Halo dunia!</p>
 </body>
</html>
Untuk HTML 5 [18]
<!DOCTYPE HTML>
<html>
 <head style="background-color: black; color: white;">
  <title>Selamat Datang HTML</title>
 </head>
 <body>
  <p>Halo dunia!</p>
 </body>
</html>

Head

Dokumen HTML diapit oleh tag <HEAD></HEAD>. Di dalam bagian ini biasanya dimuat tag TITLE yang menampilkan judul halaman pada titlenya browser. Selain itu Bookmark juga menggunakan tag TITLE untuk memberi mark suatu web site. Browser menyimpan “title” sebagai bookmark dan juga untuk keperluan pencarian (searching) biasanya title digunakan sebagai keyword. Header juga memuat tag META yang biasanya dapat digunakan untuk menentukan informasi tertentu mengenai dokumen HTML. Anda bisa menentukan author name, keywords, dan lainnya pada tag META.
Contoh:
<meta name="author" content="ubuntu-online">

Body

Bagian BODY, yang dinyatakan dengan tag <BODY>…</BODY>, merupakan tubuh atau isi dari dokumen HTML di mana anda meletakan informasi yang akan ditampilkan pada browser.

Tag

HTML tidak membedakan penggunaan huruf besar ataupun huruf kecil dari suatu elemen. Suatu elemen HTML terdiri dari tag-tag beserta teks yang ada dalam tag-tag tersebut. Tag ini dinyatakan dengan tanda lebih kecil (<) dan tanda lebih besar (>).
Tag biasanya merupakan suatu pasangan yang disebut dengan:
  • Tag awal, dinyatakan dalam bentuk <nama tag>
  • Tag akhir, dinyatakan dalam bentuk </nama tag>
Formatnya: <nama tag> teks yang ditampilkan </nama tag>.
Contoh: untuk menampilkan teks dalam format teks miring Teks ini terlihat miring di browser anda dengan perintah HTML <i>Teks ini terlihat miring di browser Anda</i>

Atribut

Tag awal bisa memiliki beberapa buah atribut yang menyatakan karakteristik dari tag tersebut. Misalnya, <P STYLE="text-align:left"> digunakan untuk membuat rata kiri suatu paragraf. Tag yang digunakan adalah <P> dan atribut yang menyertainya adalah STYLE dengan nilai "text-align:left". Nilai atribut STYLE ditulis dalam bahasa CSS.

Referensi

  1. ^ Wendy willard (2006). HTML. ISBN 9790072263787.
  2. ^ Tim Berners-Lee, "Information Management: A Proposal." CERN (March 1989, May 1990). W3.org
  3. ^ Tim Berners-Lee, "Design Issues"
  4. ^ Tim Berners-Lee, "Design Issues"
  5. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama tagshtml
  6. ^ "First mention of HTML Tags on the www-talk mailing list". World Wide Web Consortium. October 29, 1991. Diakses tanggal April 8, 2007.
  7. ^ "Index of elements in HTML 4". World Wide Web Consortium. December 24, 1999. Diakses tanggal April 8, 2007.
  8. ^ "HTML 3.2 Reference Specification". World Wide Web Consortium. January 14, 1997. Diakses tanggal November 16, 2008.
  9. ^ "IETF HTML WG". Diakses tanggal June 16, 2007. Catatan: Kelompok kerja ini ditutup
  10. ^ a b Arnoud Engelfriet. "Introduction to Wilbur". Web Design Group. Diakses tanggal June 16, 2007.
  11. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama raggett
  12. ^ "HTML 4.0 Specification". World Wide Web Consortium. December 18, 1997. Diakses tanggal November 16, 2008.
  13. ^ "HTML 4 – 4 Conformance: requirements and recommendations". Diakses tanggal December 30, 2009.
  14. ^ Andi (2001). Desain Web dengan Microsoft FrontPage 97. Wahana Komputer & Andi Yogyakarta. ISBN 9795335219.
  15. ^ David Willard (2005). Crash Course. ISBN 0071422420.
  16. ^ Shelly woods (2001). Introductory Concepts and Techniques. Gex publising service. ISBN 978142927206.
  17. ^ Steven E. Callihan (2006). HTML 4 in a Weekend. USA. ISBN 1592000592.
  18. ^ "A vocabulary and associated APIs for HTML and XHTML: 4 The elements of HTML — HTML5" (HTML) (dalam Bahasa Inggris). W3C. 28 Oktober 2014. Diakses tanggal 22 April 2015.